Mendapat pertanyaan itu, Iqbal pun mengonfirmasi sekaligus menjelaskan peran kapal armada warga setempat. Ia juga menjelaskan penataan operasional kapal nelayan dan wisata dilakukan terukur agar aktivitas ekonomi tidak merusak ekosistem bawah laut.

"Ini kapal nelayan. Kapal ini juga digunakan untuk mengangkut penyelam. Jadi tidak hanya untuk menangkap ikan, tetapi juga untuk kegiatan menyelam," ujar Iqbal menjawab pertanyaan Victoria.

Sesampainya di darat, Putri Victoria meninjau sejumlah inisiatif konservasi lingkungan berbasis komunitas. Mulai dari meninjau penetasan penyu, mempelajari teknik transplantasi terumbu karang dengan media webs structure, hingga edukasi bahari.

Puncak agenda ditandai dengan aksi pelepasliaran tukik ke alam bebas di Turtle Sanctuary Gili Meno bersama jajaran Pemprov NTB. Dalam sesi dialog bersama warga lokal, Victoria pun melayangkan pujian atas komitmen masyarakat menjaga ruang hidupnya.

Victoria berharap aksi nyata warga Gili Meno bisa direplikasi di kawasan pesisir dunia lainnya dalam menjaga kawasan pesisir. "Saya berharap contoh baik dan inisiatif di sini dapat diterapkan dan dikembangkan di tempat-tempat lain," imbuhnya.