NADIKABAR.COM — Putusan Mahkamah Agung Amerika Serikat mengenai pemungutan suara melalui pos, yang menolak usulan soal verifikasi daftar pemilih lewat Kantor Pos AS (USPS), tidak akan berpengaruh pada tingkat partisipasi pemilih dalam pemilihan sela November mendatang.
Hal itu disampaikan oleh Gareth Jenkins, seorang peneliti senior non-residen di Program Studi Jalur Sutra Gabungan dan Pusat Turkiye pada Institut Kebijakan Pembangunan dan, di Stockholm, kepada RIA Novosti.
Pekan lalu, MA AS menolak gugatan tentang rencana peraturan baru yang mengharuskan daftar pemilih diserahkan ke USPS untuk diverifikasi alamat penerima pemilih sesuai dengan daftar sebelum mengantarkan surat suara.
Selain itu, gugatan itu juga ingin merevisi soal peraturan tentang format amplop. Sebelumnya, USPS tidak berkewajiban melakukan tugas tersebut.
"Meskipun faktor lain mungkin berpengaruh terhadap tingkat partisipasi pemilih, putusan MA tidak akan menjadi salah satunya. Jika MA menyetujui perubahan tersebut, maka kemungkinan tingkat partisipasi pemilih akan lebih rendah karena banyak pemilih yang biasanya menggunakan surat suara melalui pos tidak mampu atau tidak mau melakukannya," kata Jenkins.
Putusan MA tersebut tidak berdampak secara signifikan di negara bagian di mana pemungutan suara melalui pos sudah meluas, katanya.
Dampak akan terasa signifikan apabila MA menyetujui perubahan tersebut, terutama karena waktu menuju pemilihan sela tidak lama lagi, tambah Jenkins.
Pemilihan sela AS akan digelar pada 3 November. Pada hari itu, 33 senator dan seluruh 435 anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) AS akan dipilih. Pemilihan legislatif di banyak negara bagian juga akan diselenggarakan.
Penerjemah: Fransiska Ninditya