NADIKABAR.COM — Qatar dan Prancis menyerukan penarikan pasukan Israel dari Jalur Gaza sesuai kesepakatan gencatan senjata serta penghentian kebijakan permukiman Israel di Tepi Barat yang diduduki.
Seruan itu disampaikan dalam pernyataan bersama yang dikeluarkan Kementerian Luar Negeri Qatar seusai Emir Qatar Sheikh Tamim bin Hamad Al Thani bertemu Presiden Prancis Emmanuel Macron di Doha, Rabu.
Kedua negara menegaskan kembali penolakan terhadap setiap upaya mencaplok Tepi Barat yang diduduki, serta menyerukan penghentian kebijakan permukiman dan kekerasan pemukim Israel.
Qatar dan Prancis juga menekankan pentingnya penerapan penuh gencatan senjata di Gaza, termasuk penarikan pasukan Israel sesuai pengaturan yang telah disepakati.
Keduanya turut menyerukan pengiriman bantuan kemanusiaan ke Gaza secara segera, aman, dan tanpa hambatan, serta menegaskan dukungan terhadap solusi dua negara dan pemilu Palestina.
Terkait Iran, kedua negara mengecam serangan militer Iran terhadap negara-negara di kawasan.
Mereka juga menyerukan penyelesaian lewat jalur diplomatik agar program nuklir Teheran hanya digunakan untuk tujuan damai.
Kedua negara juga menyerukan pemulihan pelayaran tanpa pembatasan dan tanpa pungutan di Selat Hormuz.
Prancis turut memuji upaya mediasi Qatar dalam meredakan ketegangan di kawasan.
Di luar isu regional, Qatar dan Prancis sepakat memperluas kerja sama di bidang pertahanan, keamanan, dan ekonomi.
Lawatan Macron di kawasan Teluk juga mencakup Kuwait, Uni Emirat Arab (UEA), Bahrain, dan Arab Saudi.
Kunjungan itu bertujuan memperkuat kemitraan strategis dan ekonomi serta mendukung upaya memulihkan stabilitas kawasan dan kebebasan pelayaran di Selat Hormuz.
Penerjemah: Yoanita Hastryka Djohan