Politikus Partai Gerindra ini mencontohkan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang menurutnya berada di atas 5%. Selain itu, dia menyebutkan inflasi berada di bawah 3%, defisit anggaran di bawah 3%, serta realisasi investasi pada 2026 telah mencapai lebih dari Rp 1.000 triliun.
Namun Sugiat menilai capaian tersebut belum tercermin dalam persepsi publik. Dia menduga hal itu menunjukkan komunikasi pemerintah kepada masyarakat belum maksimal.
"Tapi di opini publik tidak dirasakan itu. Ini kan menunjukkan bahwa Badan Komunikasi Pemerintah itu belum maksimal menjelaskan kepada publik, menjelaskan kepada rakyat bahwa pemerintahan Pak Prabowo Subianto sebetulnya secara kuantitatif sudah bekerja dengan sangat baik dalam konteks ekonomi, dalam konteks yang lainnya, dan sebagainya dengan ukuran-ukuran yang sangat objektif," jelasnya.