Selain itu, UNY letaknya lebih dekat dengan tempat tinggal Qolby. Sehingga ia mendaftar UNY dengan jalur seleksi mandiri Computer Based Test (CBT) Domisili.
Qolby juga mengisahkan dirinya sempat berkali-kali pindah sekolah. Saat kelas satu SD, ia bersekolah Medan.
Lalu, ia melanjutkan di sekolah daerah Kebumen karena harus mengikuti pekerjaan orang tua. Lalu menginjak kelas 10, ia pindah lagi ke SMAN 1 Petanahan.
Pengalaman sering berpindah tersebut membuat Qolby mudah beradaptasi dengan lingkungan baru. Termasuk saat transisi dari SMA ke dunia perkuliahan, Qolby bisa melewatinya dengan baik.
Namun, karena usianya lebih muda dibandingkan rata-rata maba lain, Qolby menjadi khawatir. Ia merasa masih anak SMA yang tiba-tiba berkuliah.