NADIKABAR.COM — Motif di balik aksi penusukan brutal terhadap seorang nelayan bernama Aep Saepudin (44) di Dermaga Palabuhanratu hingga kini masih dalam tahap penyelidikan polisi.
Namun menurut keterangan warga, pelaku yang diduga mengalami gangguan jiwa (ODGJ) menyerang korban secara membabi buta akibat delusi dan tuduhan santet yang tak berdasar.
Peristiwa berdarah tersebut bermula saat korban tengah tertidur pulas usai melaut di pelataran kios dermaga pada Rabu (26/8/2026) malam. Tiba-tiba saja, pelaku datang membawa senjata tajam dan langsung menghujamkan tikaman ke tubuh korban.
Warga di lokasi kejadian, Alpiansyah Pratama, mengungkapkan bahwa pelaku melontarkan racauan aneh saat melancarkan aksinya. Tanpa ada perselisihan atau persoalan sebelumnya, pelaku mendadak menuduh Aep telah menyantet orang tuanya.
"Korban sama sekali nggak punya masalah apa-apa sama pelaku. Cuma kata pelaku, 'ini yang nyantet bapak saya', ngomongnya aneh-aneh gitu waktu kejadian," kata Alpiansyah.
Menurut Alpiansyah, pelaku sehari-harinya beraktivitas di sekitar dermaga sebagai pengasong ikan keliling. Warga sekitar pelabuhan kerap mendapati pelaku bertingkah aneh atau berbicara sendiri saat kondisi kejiwaannya sedang tidak stabil.
"Sehari-hari dia suka ngasong ikan di pelabuhan. Memang agak ada gangguan jiwa, kadang-kadang kalau lagi kumat suka tatap mata orang atau bicara sendiri," jelasnya.
Korban sendiri yang kini tengah menjalani perawatan medis di RSUD Palabuhanratu menegaskan dirinya sama sekali tidak mengenal dekat pelaku, apalagi terlibat perselisihan mistis seperti yang dituduhkan.
"Nggak kenal dekat, cuma tahu dia suka jualan ikan keliling di dermaga. Tiba-tiba saja pas saya lagi tidur lelah habis melaut, dia datang langsung nusuk," ungkap Aep.
Saat ini pelaku telah diamankan oleh Satreskrim Polres Sukabumi. Polisi masih melakukan pendalaman terkait kondisi kejiwaan maupun pengaruh zat lain saat pelaku melancarkan aksi penikaman tersebut.