"Coach Karel [Mainaky] banyak mengingatkan untuk lebih berani, saling menutup satu sama lain, nekat, dan memaksa karena ini match terakhir. Gelar ini sangat berarti bagi saya untuk modal kami melaju lebih jauh lagi. Gelar ini dipersembahkan untuk Coach Karel, Coach Nitya [Krishinda Maheswari], Coach Kelana [Sukma], tim ganda putri Indonesia, keluarga dan pasangan saya yang selalu mendukung saya bagaimanapun keadaan saya, tidak lupa seluruh rakyat Indonesia yang selalu percaya dan mendukung kami," ucap Tiwi seperti dikutip dari rilis PBSI.

Kemenangan ini juga menambah semarak persaingan internal di nomor ganda putri Pelatnas Cipayung. Saat ini, Tiwi/Fadia berusaha mengejar Rachel Allessya Rose/Febi Setianingrum dan Febriana Dwipuji Kusuma/Meilysa Trias Puspitasari yang punya peringkat lebih baik dari Tiwi/Fadia dan sudah masuk 10 besar pada pengumuman peringkat pekan lalu.

"Alhamdulillah sangat senang dan bahagia karena kami bisa mengambil gelar di super 500 kali ini. Secara permainan sebenarnya tidak ada yang berubah dari lawan, kami menerapkan strategi yang sama di game pertama dan game kedua, namun di game kedua kami terlalu banyak melakukan kesalahan sendiri dan lawan jadi lebih berani buat menyerang kami."