فِيْهِنَّ قٰصِرٰتُ الطَّرْفِۙ لَمْ يَطْمِثْهُنَّ اِنْسٌ قَبْلَهُمْ وَلَا جَاۤنٌّۚ

Di dalamnya ada (bidadari) yang membatasi pandangan (hanya untuk pasangannya) yang tidak pernah disentuh oleh manusia sebelum mereka dan tidak (pula) oleh jin.

فَبِاَيِّ اٰلَاۤءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِۚ

Maka, nikmat Tuhanmu manakah yang kamu dustakan (wahai jin dan manusia)?

كَاَنَّهُنَّ الْيَاقُوْتُ وَالْمَرْجَانُۚ

Seakan-akan mereka itu permata yakut dan marjan.

فَبِاَيِّ اٰلَاۤءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِ

Maka, nikmat Tuhanmu manakah yang kamu dustakan (wahai jin dan manusia)?

هَلْ جَزَاۤءُ الْاِحْسَانِ اِلَّا الْاِحْسَانُۚ

Adakah balasan kebaikan selain kebaikan (pula)?

فَبِاَيِّ اٰلَاۤءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِ

Maka, nikmat Tuhanmu manakah yang kamu dustakan (wahai jin dan manusia)?

Selain dari kedua (surga) itu ada dua surga (lagi).

فَبِاَيِّ اٰلَاۤءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِۙ

Maka, nikmat Tuhanmu manakah yang kamu dustakan (wahai jin dan manusia)?

Kedua surga itu (terlihat warnanya) hijau tua.

فَبِاَيِّ اٰلَاۤءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِ

Maka, nikmat Tuhanmu manakah yang kamu dustakan (wahai jin dan manusia)?

Di dalam keduanya ada dua mata air yang memancar tanpa henti.

فَبِاَيِّ اٰلَاۤءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِۚ

Maka, nikmat Tuhanmu manakah yang kamu dustakan (wahai jin dan manusia)?

فِيْهِمَا فَاكِهَةٌ وَّنَخْلٌ وَّرُمَّانٌۚ

Di dalam keduanya ada buah-buahan (tim redaksi lain) kurma dan delima.

فَبِاَيِّ اٰلَاۤءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِۚ

Maka, nikmat Tuhanmu manakah yang kamu dustakan (wahai jin dan manusia)?

Di dalamnya ada (bidadari) yang mulia (akhlaknya) lagi jelita.

فَبِاَيِّ اٰلَاۤءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِۚ

Maka, nikmat Tuhanmu manakah yang kamu dustakan (wahai jin dan manusia)?

حُوْرٌ مَّقْصُوْرٰتٌ فِى الْخِيَامِۚ

Bidadari-bidadari yang dipingit dalam kemah-kemah.

فَبِاَيِّ اٰلَاۤءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِۚ

Maka, nikmat Tuhanmu manakah yang kamu dustakan (wahai jin dan manusia)?

لَمْ يَطْمِثْهُنَّ اِنْسٌ قَبْلَهُمْ وَلَا جَاۤنٌّۚ

Mereka tidak pernah disentuh oleh manusia sebelum mereka dan tidak (pula) oleh jin.

فَبِاَيِّ اٰلَاۤءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِۚ

Maka, nikmat Tuhanmu manakah yang kamu dustakan (wahai jin dan manusia)?

مُتَّكِـِٕيْنَ عَلٰى رَفْرَفٍ خُضْرٍ وَّعَبْقَرِيٍّ حِسَانٍۚ

Mereka bertelekan pada bantal-bantal yang hijau dan permadani-permadani yang indah.

فَبِاَيِّ اٰلَاۤءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِۚ

Maka, nikmat Tuhanmu manakah yang kamu dustakan (wahai jin dan manusia)?

تَبٰرَكَ اسْمُ رَبِّكَ ذِى الْجَلٰلِ وَالْاِكْرَامِࣖ

Mahaberkah nama Tuhanmu Pemilik keagungan dan kemuliaan

Mengutip buku Al-Lu'lu wa Al-Marjan karya Brilly El-Rasheed, asbabun nuzul Surah Ar-Rahman, khususnya ayat 1-4, berkaitan dengan peristiwa ketika Allah SWT menurunkan wahyu, "Sujudlah kepada Ar-Rahman!" sebagaimana disebutkan dalam Surah Al-Furqan ayat 60. Mendengar perintah tersebut, orang-orang kafir Makkah mendebat dan bertanya, "Siapa itu Ar-Rahman?" Kemudian, turunlah ayat-ayat awal Surah Ar-Rahman.

Salah satu ciri khas yang sangat menyentuh dari Surah Ar-Rahman adalah perulangan ayat "Fabi-ayyi aalaaa-i Rabbikuma tukadzdzibaan" (Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?) sebanyak 31 kali. Pengulangan ini menjadi teguran penggugah jiwa sekaligus pengingat agar hamba-Nya tidak mengkufuri nikmat dan senantiasa melatih rasa syukur.

Mengutip pemaparan Mugi Rizkiana Halalia dalam buku Menyiapkan Anak Jenius Sejak dalam Kandungan, surah Ar-Rahman dikenal juga sebagai U'rusyul Qur'an yang artinya pengantin Al-Qur'an.

Keutamaan Surah Ar-Rahman juga disebutkan dalam sejumlah riwayat. Sebagaimana ulasan dalam buku 9 Surat Al-Qur'an Pilihan oleh Tim Minebook, Syi'ab al-Liman dalam hadits riwayat Sayyidina Ali RA berkata, Rasulullah SAW bersabda, "Setiap sesuatu memiliki pengantin, dan pengantin Al-Qur'an adalah surah Ar-Rahman." (HR. Al-Baihaqi)

Dalam kitab Tsawabul A'mal disebutkan, Imam Ja'far Shadiq berkata, "Jangan tinggalkan membaca surah Ar-Rahman. Bangunlah malam bersamanya. Surah ini tidak menenteramkan hati orang-orang munafik. Kamu akan menjumpai Tuhannya bersamanya pada hari kiamat. Wujud surah Ar-Rahman seperti manusia yang paling indah dan baunya paling harum."

Selain itu, keutamaan membaca Surah Ar-Rahman juga disebutkan dalam riwayat Imam al-Baihaqi dari 'Aisyah RA. Rasulullah SAW bersabda,

"Pembaca Surat Al-Hadid, Surat Al-Waqi'ah, dan Surah Ar-Rahman akan diseru di alam Malakut langit dan bumi dengan sebutan: 'Penghuni Surga Firdaus.'" (HR. Al-Baihaqi)