Kemudian, Papua Selatan mencatat luas lahan terbakar 253 hektare atau turun 56 persen. Sementara itu, Sulawesi Tenggara mencatat 95 hektare atau turun 63 persen.

Adapun di Nusa Tenggara Timur, luas lahan terbakar mencapai 16 hektare atau turun 36 persen. Sementara di Bangka Belitung luas lahan terbakar seluas delapan hektare, dan di Kalimantan Barat mencapai 19 hektare.

Disampaikan Berton, di wilayah Bangka Belitung dan Kalimantan Barat sebelumnya tidak dilaporkan ada titik api. Namun, pada Senin kemarin justru ditemukan ada lahan yang terbakar.

Sementara itu, kata Berton, total ada 54 armada udara yang disiagakan untuk mendukung penanganan karhutla. Sebanyak 22 armada di antaranya digunakan untuk patroli dan operasi modifikasi cuaca, sementara 30 helikopter disiapkan untuk operasi pemadaman melalui water bombing.

"Kami lihat ada di Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Jambi dan Riau tetap ada standby atau dalam keadaan siap siaga ketika nanti pesawat ini dibutuhkan untuk keperluan yang ketika ada titik api ataupun memang diperlukan untuk melakukan modifikasi cuaca," ucap dia.

Selain itu, BNPB juga menyiapkan dukungan udara di Jawa Timur, Kalimantan Timur, Papua Selatan dan Papua Barat Daya untuk mengantisipasi kebutuhan penanganan karhutla.

Berton menegaskan kesiapsiagaan tetap dilakukan untuk mengantisipasi kemunculan titik api baru, termasuk di wilayah yang mulai mengalami hujan.