NADIKABAR.COM — Kasus pelemparan ke kereta rel listrik (KRL) terjadi lagi. Kali ini rangkaian KRL rute Cikarang-Kampung Bandan yang menjadi sasaran vandalisme.

KRL Blue Line tersebut dilempar batu di Stasiun Bekasi-Kranji oleh orang tak dikenal (OTK) sehingga menyebabkan kaca kereta pecah. Pelemparan batu ke KRL ini ramai dikecam publik hingga pengelola commuter line, KAI Commuter Indonesia (KCI).

"KAI Commuter sangat mengecam atas tindakan vandalisme berupa pelemparan terhadap aksi vandalisme yang menyasar kepada sarana Commuter Line," ujar VP Corporate Secretary KAI Commuter Karina Amanda dalam keterangannya, Jumat (6/11/2026).

Pelemparan terhadap Commuter Line Nomor 5173 rute Cikarang-Kampung Bandan itu terjdi pada Kamis (5/11) sekitar pukul 15.55 WIB. Kereta dilempar batu oleh orang tak bertanggung jawab saat melintas di antara Stasiun Bekasi-Kranji.

Tindakan ini dikecam karena membahayakan penumpang KRL. Para pengguna KRL yang biasa disebut anak kereta (anker) ramai menyampaikan kecaman di media sosial (medsos).

"Tindak vandalisme tersebut menyebabkan kaca jendela pada pintu ke-4 di kereta ke delapan pecah. Aksi ini tidak menimbulkan korban dari pengguna maupun dari petugas," jelasnya.

Petugas pengaman Stasiun Bekasi segera menuju lokasi untuk melakukan pengamanan dan mencari pelaku setelah mendapat laporan tersebut. Kaca jendela pintu yang pecah ditutup sementara menggunakan lakban untuk keselamatan dan operasional.

"Hal ini untuk selanjutnya dilakukan perbaikan dan pergantian kaca oleh petugas pemeliharaan sarana di Stasiun Cikarang," tuturnya.

KAI Commuter mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk selalu menjaga dan tidak merusak sarana dan prasarana perkeretaapian.

"Sesuai dengan Undang-undang nomor 23 tahun 2007, pelaku tindak vandalisme terhadap sarana atau prasarana dapat diancam pidana penjara 3 hingga 15 tahun," tutupnya.

Beberapa hari lalu, KRL rute Tanjung Priok-Kampung Bandan (Pink Line) juga menjadi sasaran pelemparan batu. Saat itu, dua kaca di kereta ke-5 pecah.

"Yang menyebabkan dua kaca jendela pada kereta ke-5 pecah," ujar VP Corporate Secretary KAI Commuter Karina Amanda dalam keterangannya, Minggu (1/11).

Kejadian vandalisme tersebut terjadi pada Minggu, (1/11) sekitar pukul 06.25 WIB pada lintas Tanjung Priok-Kampung Bandan. Petugas terkait segera menuju lokasi untuk melakukan pengamanan, di lokasi pelemparan juga terdapat kerumunan warga yang berada di jalur rel.

"Untuk keselamatan dan keamanan pengguna dan sarana KRL, perjalanan Commuter Line Tanjung Priok mengalami keterlambatan dan sempat tertahan sebelum melintas di lokasi kerumunan warga," jelasnya.

Hari itu, sebanyak tiga perjalanan Commuter Line mengalami keterlambatan masing-masing hingga 19 menit.