Vega bukan kali pertama mencoba masuk dalam persaingan menuju kursi Presiden FIFA. Pria asal Swis itu sempat mempertimbangkan pencalonan pada 2015 setelah Sepp Blatter diskors.
Pada 2019, Vega kembali menyatakan keinginannya menantang Infantino. Namun, ia gagal mendapatkan dukungan minimal yang dibutuhkan untuk masuk dalam daftar kandidat. Saat itu, calon presiden FIFA harus mendapat dukungan sedikitnya lima dari 211 federasi anggota FIFA.
"Saya maju karena perjalanan hidup telah mempersiapkan saya untuk mengabdi kepada sepakbola. Sepakbola bukan milik presiden, konfederasi, atau administrator. Sepakbola jauh lebih besar daripada jabatan, individu, maupun institusi mana pun," Vega menjelaskan.