"Penambahan dimensi tata kelola dan digitalisasi membawa pesan yang sederhana, keberlanjutan tidak dapat bertahan jika hanya bergantung pada proyek sesaat atau satu-dua orang yang bersemangat. Keberlanjutan membutuhkan sistem," ucapnya.

Ia mengapresiasi para perguruan tinggi yang ikut serta karena itu berarti institusi yang bersangkutan bersedia membuka diri untuk dinilai. Menurutnya, dengan mengikuti pemeringkatan ini, maka kampus mau melihat kekuatan dan kelemahan sendiri sekaligus belajar dari perguruan tinggi lain.