NADIKABAR.COM β Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno mendorong penguatan budaya literasi dan pelestarian sejarah Jakarta melalui kolaborasi perpustakaan, kearsipan, galeri seni, dan museum, salah satunya Festival Pustakarsa (Perpustakaan, Kearsipan, dan Sastra).
βLiterasi, kearsipan, dan sastra memiliki peran penting dalam membangun masyarakat yang berpengetahuan, kreatif, dan berbudaya,β kata Rano di Jakarta, Rabu.
Menurut dia, perpustakaan dan lembaga kearsipan perlu terus beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan kebiasaan masyarakat dalam mengakses informasi.
Di samping itu, budaya membaca dapat diperkenalkan melalui berbagai pendekatan kreatif, termasuk ulasan buku digital, vlog, dan reels.
Menurut Rano, upaya tersebut dapat diperkuat melalui penerapan konsep GLAM (Galeri, Perpustakaan, Arsip, dan Museum). Kolaborasi dengan galeri seni dan museum di Jakarta perlu terus didorong dengan memadukan arsip sejarah bersama pameran dan karya visual.
βDengan demikian, sejarah kota tidak hanya tersimpan, tetapi juga dapat dinikmati dan dipelajari masyarakat melalui ruang publik yang edukatif dan interaktif,β kata dia.
Adapun Festival Pustakarsa 2026 menghadirkan pameran 12 naskah kuno yang telah ditetapkan sebagai Ingatan Kolektif Nasional oleh Perpustakaan Nasional Republik Indonesia pada 2025.
Pameran tersebut menjadi salah satu upaya memperkenalkan kekayaan sejarah dan warisan pengetahuan kepada masyarakat.
Selain pameran arsip dan naskah kuno, rangkaian Festival Pustakarsa 2026 mencakup Festival Literasi Jakarta yang menghadirkan seminar, lokakarya menulis, pameran komunitas, pertunjukan literasi, serta bazar buku berkualitas dengan harga terjangkau.
Festival juga menjadi ruang apresiasi bagi para pelaku sastra melalui Penganugerahan Piala H.B. Jassin 2026 yang dijadwalkan menjadi bagian dari penutupan rangkaian kegiatan.