Rano mengatakan peristiwa Lapangan Ikada menunjukkan bahwa kemerdekaan Indonesia tidak hanya lahir dari teks Proklamasi. Menurutnya, Indonesia hidup ketika rakyat percaya dan bersedia menjaga masa depannya.

"Ketika kita mengenang peristiwa Lapangan Ikada, sesungguhnya kita sedang mengingat kembali sebuah perjumpaan agung antara rakyat dan Republiknya, dan perjumpaan itu terjadi di kota ini," jelasnya.

Rano mengatakan Jakarta tengah memasuki babak baru sebagai kota global. Dia menyebut Jakarta harus mampu sejajar dengan kota-kota besar dunia dari sisi transportasi, ekonomi, lingkungan, infrastruktur, kebudayaan, hingga kualitas manusia.

"Kita boleh membangun gedung semakin tinggi, tetapi akar sejarah kita harus semakin dalam. Kita boleh menatap dunia semakin jauh, tetapi jangan pernah kehilangan kemampuan untuk menoleh ke belakang, sebab kota yang kehilangan ingatan akan kehilangan jiwanya," kata Rano.