Prosesi pemakaman almarhum Guruh Soekarnoputra di TPU Karet Bivak berlangsung mulai pukul 13.35 WIB.
Dalam biodata Guruh Soekarnoputra yang dibacakan oleh politikus PDI Perjuangan Yuke Yurike di hadapan keluarga besar, kerabat, serta tokoh nasional yang hadir di TPU Karet Bivak, Jakarta, disebutkan bahwa Guruh telah menorehkan prestasi dengan memenangkan hadiah utama Festival Lagu Populer Tingkat Nasional tahun 1975 lewat komposisi lagu berjudul "Renjana".
Memasuki tahun 1977, Guruh mendirikan Swara Maharddhika yang berfokus pada seni pertunjukan kolosal. Setahun setelahnya, Guruh meraih penghargaan ilustrasi musik film terbaik pada Festival Film Indonesia tahun 1978 di Ujung Pandang. Sepanjang dekade 1980-an, Guruh bergerak aktif sebagai koreografer, komposer, pengarah seni, hingga sutradara film untuk berbagai pementasan kolosal Pagelaran Karya Cipta Guruh Soekarnoputra.
Selain di belakang layar, Guruh pernah unjuk peran sebagai Sunan Muria dalam film kolosal "Wali Songo". Dedikasinya ini membuat Guruh terpilih sebagai salah satu pemuda berkarya dunia dalam penghargaan The Outstanding Young Person of the World oleh Indonesia Jaycees.
Melalui pementasan besar seperti "Gilang Indonesia Gemilang" pada tahun 1986, Guruh aktif berkeliling dunia demi mempromosikan kebudayaan dan seni Indonesia.