Guswanto mengatakan risiko kesehatan perlu dilihat berdasarkan data kualitas udara, terutama konsentrasi partikulat halus PM2.5, bukan hanya citra satelit sebaran asap.

Sebagai langkah antisipasi, ia mengimbau masyarakat membatasi aktivitas di luar ruangan dan menggunakan masker, khususnya jenis KN95, KF94, atau N95.

Berdasarkan data BMKG pada Sabtu (17/10) pukul 10.00 WIB, konsentrasi PM2.5 di Kemayoran, Jakarta, tercatat sebesar 72,2 mikrogram per meter kubik (µg/m³) dan masuk kategori tidak sehat.

PM2.5 merupakan partikel udara berukuran lebih kecil atau sama dengan 2,5 mikrometer. Konsentrasinya diukur menggunakan metode penyinaran sinar beta (Beta Attenuation Monitoring) dengan satuan mikrogram per meter kubik (µg/m³).