Pada sektor pembiayaan daerah, sumber penerimaan pembiayaan pada tahun 2027 berasal dari sisa lebih perhitungan anggaran (Silpa) tahun 2026, penerimaan pinjaman daerah, dan penerbitan obligasi daerah.
Adapun pengeluaran pembiayaan akan dialokasikan untuk penyertaan modal daerah (PMD), pembayaran cicilan pokok utang yang jatuh tempo, serta kegiatan yang didanai melalui obligasi daerah.
Tak hanya tentang obligasi daerah, dalam rapat paripurna tersebut, Rano juga menyampaikan tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2027 yang diajukan eksekutif sebesar Rp82,89 triliun, naik sebesar 4,18 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya.