NADIKABAR.COM — Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno menyampaikan rencana penerbitan obligasi daerah ditetapkan sebesar Rp4.239.353.292.725 pada tahun 2027 dan Rp1.382.070.000.000 pada tahun 2028, sesuai dengan nota kesepakatan antara eksekutif dan legislatif.

"Dengan demikian, total rencana penerbitan obligasi daerah mencapai Rp5.621.423.292.725," kata Rano dalam Rapat Paripurna di Gedung DPRD DKI Jakarta, Selasa.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyampaikan obligasi daerah merupakan instrumen pembiayaan tersebut diproyeksikan menjadi salah satu alternatif pendanaan untuk mempercepat pembangunan infrastruktur dan meningkatkan kualitas pelayanan publik.

Pada sektor pembiayaan daerah, sumber penerimaan pembiayaan pada tahun 2027 berasal dari sisa lebih perhitungan anggaran (Silpa) tahun 2026, penerimaan pinjaman daerah, dan penerbitan obligasi daerah.

Adapun pengeluaran pembiayaan akan dialokasikan untuk penyertaan modal daerah (PMD), pembayaran cicilan pokok utang yang jatuh tempo, serta kegiatan yang didanai melalui obligasi daerah.

Tak hanya tentang obligasi daerah, dalam rapat paripurna tersebut, Rano juga menyampaikan tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2027 yang diajukan eksekutif sebesar Rp82,89 triliun, naik sebesar 4,18 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Dia mengatakan, pendapatan daerah pada rancangan APBD tahun anggaran 2027 diharapkan sebesar Rp72,62 triliun atau mengalami kenaikan 4,70 persen dibandingkan dengan perubahan APBD tahun anggaran 2026 sebesar Rp69,36 triliun.

"Pendapatan daerah tersebut diharapkan berasal dari pendapatan asli daerah sebesar Rp58,58 triliun, pendapatan transfer sebesar Rp11,6 triliun serta lain-lain pendapatan daerah yang sah sebesar Rp2,88 triliun," kata Rano.