"Jakarta ini bukan hanya Betawi. Ada Jawa, Bugis, Tionghoa, Ambon, Bali, dan semuanya ada di sini. Karena itu, kita harus menjaga dan melestarikannya," ujarnya.
Ia menilai keberagaman merupakan bagian penting dari identitas Jakarta. Oleh karena itu, pelestarian budaya perlu berjalan seiring dengan upaya menjadikan Jakarta sebagai kota global.
Lebih lanjut ia menjelaskan, Sarendo-Rendo dalam bahasa Betawi berarti beramai-ramai atau berjalan bersama dalam rombongan.
Makna tersebut mencerminkan kehidupan masyarakat Jakarta yang terdiri atas beragam suku, bahasa, dan latar belakang budaya, tetapi tetap hidup berdampingan.