Menurut pernyataan pemerintah tersebut, para pemukim menyerang warga, dengan memukuli dan menyeret mereka, di kawasan Pintu Gerbang Damaskus. Mereka juga mengunggah video yang mendokumentasikan serangan mereka di platform media sosial.

Aksi para pemukim tersebut terjadi bersamaan dengan pengetatan langkah militer oleh otoritas pendudukan di sekitar Masjid Al-Aqsa dan Kota Tua, serta membatasi akses masuk dan pergerakan jamaah.

Pada September ini, serangkaian peristiwa penyerbuan ke Masjid Al-Aqsa terjadi, dengan insiden terbaru terjadi pada Senin (28/9) dengan melibatkan 1.731 pemukim.