NADIKABAR.COM — Ratusan penumpang KM Virgo Transport 8 yang tenggelam di perairan Masalembo, Laut Jawa, masih hilang. Basarnas mengungkap kendala pencarian korban yang memakan waktu lama.

Kepala Basarnas Mohammad Syafii mengatakan tim SAR menghadapi sejumlah kendala dalam upaya pencarian korban. Kondisi cuaca, gelombang, arus bawah laut, serta jarak pandang yang terbatas di dalam kapal menjadi tantangan utama khususnya bagi penyelam.

"Kondisi bawah laut yang tidak stabil membuat proses penyelaman harus dilakukan dengan penuh perhitungan. Arus yang cukup kuat dan visibilitas rendah menyulitkan penyelam untuk menyusuri bagian dalam kapal dan menemukan korban," kata Syafii saat dihubungi, Rabu (23/9/2026).

KM Virgo Transport 8 sendiri tenggelam pada Minggu (13/9) saat melintasi Laut Jawa karena cuaca buruk dan gelombang tinggi. Artinya, proses pencarian korban sudah berlangsung 10 hari lamanya.

Berdasarkan data manifest, ada total 243 penumpang dalam KM Virgo Transport 8. Berdasarkan data hingga hingga Selasa (22/9), 126 orang ditemukan dengan rincian; 108 orang selamat dan 18 lainnya meninggal dunia. Sementara, 117 orang lainnya masih dilakukan pencairan.

Kembali ke Syafii, dia mengatakan tim SAR Gabungan terus mengoptimalkan proses pencarian korban melalui laut, udara, serta tim penyelam Basarnas Special Group (BSG). Setiap penyelaman dilakukan dengan memperhatikan faktor keselamatan personel dan kondisi di lokasi.

"Kami memahami harapan keluarga yang menunggu kepastian. Kondisi di lapangan memang tidak mudah, tetapi pencarian tetap kami lakukan secara maksimal. Keselamatan penyelam menjadi prioritas, namun upaya menemukan korban akan terus kami lanjutkan selama operasi masih memungkinkan," jelasnya.