Dalam sosialisasi dan pelatihan tersebut mengedukasi peserta mengenai konsep tahapan Danger, Response, Circulation, Airway, Breathing (D-R-C-A-B), identifikasi tanda dan gejala henti napas maupun henti jantung, serta teknik Resusitasi Jantung Paru (RJP).
"Melalui kegiatan ini, peserta diharapkan mampu memahami dan melakukan tindakan RJP sebagai langkah awal pertolongan dalam situasi darurat," katanya.
Dalam penyampaian materi, peserta diberikan pemahaman mengenai tanda-tanda seseorang mengalami henti napas dan henti jantung, seperti tidak adanya gerakan dada, tidak terdapat respons kesadaran, tidak adanya hembusan napas, hingga tidak teraba nadi karotis.
Selain teori, peserta juga mendapatkan penjelasan mengenai tindakan pertolongan melalui kompresi dada dan pemberian napas buatan dengan perbandingan 30 kompresi dada dan 2 kali napas buatan.