"Kami tidak mendelay tapi kami berusaha mencoba mengganti shuttlecock yang sudah rusak tapi pas kembali ke lapangan kami sudah dikasih kartu merah padahal umpire sudah mengizinkan untuk ganti," jelas Fajar.

Pemain ganda putra senior Indonesia itu berharap peraturan baru soal time clock diperhatikan karena menuntut atlet selalu dalam kondisi siap di atas lapangan.

"Menurut saya dengan peraturan baru ini harus ditinjau ulang karena di tahun depan pun sudah ganti jadi 15 poin yang akan lumayan cepat, ditambah lagi dengan time clock jadi pasti permainan itu terburu-buru. Langsung servis, langsung siap begitu padahal belum menghirup udara, belum cukup mengambil nafas sudah siap lagi," ujar Fajar.

Pada laga final Fajar/Fikri akan berhadapan dengan ganda andalan Malaysia, Aaron Chia/Soh Wooi Yik, yang sebelumnya menundukkan Kim Won Ho/Seo Seung Jae.