Ia menjelaskan industri barang dari kulit dan alas kaki menjadi sektor dengan penyerapan tenaga kerja terbesar, yakni 77.330 orang.

Posisi berikutnya, ditempati industri tekstil dengan 69.422 pekerja, disusul industri lainnya sebanyak 30.132 pekerja.

Capaian investasi tersebut didukung upaya pemerintah daerah menjaga iklim usaha dan mengawal pelayanan perizinan bagi investor, mulai dari tahap penjajakan hingga realisasi penanaman modal.

Selain menjaga iklim kondusif, Pemprov Jateng juga mendorong pengembangan kawasan industri yang saat ini ada 12 kawasan industri, termasuk dua kawasan ekonomi khusus di Kendal dan Batang.

Ke depan, menurut dia, pemerintah juga merencanakan penambahan 12 kawasan industri baru di sejumlah kabupaten/kota.