NADIKABAR.COM — Dinas Perhubungan Gianyar mulai melaksanakan rekayasa atau pengalihan lalu lintas (lalin) tahap III di Ubud hari ini. Rekayasa yang bertujuan mengurai kepadatan justru memicu kemacetan parah di sejumlah ruas jalan di Ubud.
Pantauan NadiKabar, rekayasa lalu lintas di Kecamatan Ubud dilakukan di dua persimpangan. Yakni di pertigaan Jalan Pengosekan-Jalan Made Lebah dan perempatan Patung Arjuna di Jalan Raya Ubud-Jalan Cok Gede Rai-Jalan Gunung Sari-Jalan Raya Andong.
Semua arus kendaraan dialihkan menjadi satu arah. Kendaraan dari arah Jalan Cok Gede Rai maupun sebaliknya dilarang masuk ke Jalan Raya Ubud. Begitu pula kendaraan di Jalan Raya Pengosekan yang tidak diperbolehkan berbelok ke Jalan Made Lebah.
Akibat rekayasa tersebut, kepadatan kendaraan di sejumlah jalan di Ubud semakin parah sejak pukul 12.30 Wita. Kepadatan parah terlihat di Jalan Monkey Forest, Jalan Raya Ubud, Jalan Hanoman, hingga perempatan Patung Arjuna.
"Di Jalan Pengosekan, kami inisiatif mengalihkan arus kendaraan memutar ke Jalan Monkey Forest Ubud hingga ke Pasar Seni Ubud," Petugas Lalu Lintas Dinas Perhubungan I Wayan Agus ditemui NadiKabar di persimpangan Monkey Forest, Selasa (8/9/2026).
"Karena kalau lurus ke Jalan Hanoman, macet total. Stuck lebih dari empat jam sejak pukul 12.00 Wita hingga 16.30 Wita," imbuhnya.