“Transformasi digital bukan hanya tentang menghadirkan fitur baru, tetapi bagaimana teknologi dapat menyederhanakan akses nasabah terhadap berbagai kebutuhan finansial. Melalui Open Bundling Emas, kami menghadirkan akses investasi langsung dalam alur transaksi di super app BRImo, sehingga proses pembukaan Rekening Emas dapat berlangsung secara lebih praktis dan terintegrasi,” ujar Saladin.

Lonjakan adopsi Rekening Emas setelah peluncuran Open Bundling Emas menunjukkan meningkatnya pemanfaatan layanan investasi emas melalui BRImo. Pertumbuhan tersebut turut disertai aktivitas transaksi, sepanjang Januari–Agustus 2026 BRI mencatatkan pertumbuhan yang sangat signifikan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Total volume penjualan produk emas BRI mencapai Rp5,13 triliun atau tumbuh 217,42% (YoY), sementara total frekuensi transaksi menembus 9,01 juta transaksi atau meningkat 658,97% (YoY). Lonjakan ini didorong oleh pertumbuhan hampir di seluruh lini fitur emas BRI, dengan Beli Emas mencatatkan volume Rp757,42 miliar (naik 586,39%) dan 6,09 juta transaksi (naik 3.011,01%), Top Up Emas senilai Rp2,23 triliun dengan 1,67 juta transaksi, serta Jual Emas mencapai Rp1,82 triliun dari 885.292 transaksi. Fitur cicilan juga menunjukkan akselerasi luar biasa, Pengajuan Cicil Emas yang naik 1.530,67%. Sementara Cetak Emas tumbuh 109,09% secara volume. Secara keseluruhan, capaian ini mencerminkan semakin kuatnya adopsi masyarakat terhadap layanan investasi emas digital BRI yang mudah, aman, dan terjangkau.