Bertempat di Gyeongseong selama masa kolonial Jepang, drama ini mengikuti Lee Ga-gyeong (Kim You-jung), pencopet paling berbakat di kota itu, yang membuat kesepakatan berbahaya dengan tentara kemerdekaan.
Ia menyamar sebagai karyawan Pemerintahan Jenderal Jepang di Joseon bertugas sebagai "mata-mata palsu" selama 100 hari. Namun, misinya perlahan membuatnya terjebak antara kelangsungan hidup, kesetiaan, dan keyakinan.
Saat dia menjalani kehidupan ganda berbahaya, Ga-gyeong bertemu Kim Tae-woong (Park Jin-young), penerjemah Korea kelahiran Joseon yang bekerja dalam gedung yang sama.
Dengan latar belakang rahasia, kebohongan, dan ketegangan politik yang semakin meningkat, kisah cinta diam-diam terbentuk di antara mereka.
100 Days of Deception tayang di Netflix.
Four Hands, Two Sonatas menutup perjalanan kisahnya dengan torehan rekor personal yang manis. Duet bintang Song Kang dan Lee Jun-young itu membuat episode pemungkas berhasil mengamankan takhta tertinggi di jam tayangnya.
Episode terakhir yang tayang pada 4 Oktober itu berhasil mendapatkan rating nasional sebesar 9,4 persen.
Mengambil istilah teknik permainan satu piano oleh dua orang, drama ini menggambarkan perjalanan persahabatan, cinta, rivalitas, dan kedewasaan para remaja di sebuah SMA Seni hingga melangkah ke dunia profesional sebagai pianis.
Kisah berfokus pada dua pianis muda, Kang Bi-oh (Song Kang) dan Choi Jung-yo (Lee Jun-yong), yang memiliki kepribadian serta melodi hidup yang saling bertolak belakang.
Pertemuan dan dinamika di antara keduanya melahirkan harmoni indah yang mewarnai perjalanan karier serta kedewasaan mereka.
Four Hands, Two Sonatas tayang di Netflix.