NADIKABAR.COM — Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Prof. Asep Saepudin Jahar menilai Indonesia berpeluang menjadi kekuatan pangan dunia karena didukung iklim tropis serta penguatan riset, inovasi, dan pembangunan sektor pertanian.

Menurut Prof. Asep, penguatan sektor pertanian memiliki arti strategis bagi Indonesia karena memiliki modal geografis sebagai negara tropis yang dapat mendukung pengembangan pertanian secara berkelanjutan.

“Indonesia adalah daerah tropis sehingga cocok untuk pengembangan (sejumlah komoditas pertanian) ini. Sehingga kita bukan hanya untuk kebutuhan kita, tetapi juga untuk ekspor, untuk kemandirian pangan,” kata Prof. Asep terkonfirmasi di Jakarta, Jumat.

Prof. Asep menyampaikan hal itu dalam Seminar Nasional Gebyar Ajang Tani Inspiratif (Gantari) 2026 bertajuk “Regenerasi Pemuda sebagai Penggerak Keberlanjutan dan Swasembada Pangan Indonesia” yang digelar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

Ia menyoroti sejumlah capaian sektor pertanian nasional yang terus diperkuat pemerintah. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), produksi beras Indonesia sepanjang 2025 mencapai sekitar 34,69 juta ton, meningkat 4,07 juta ton atau 13,29 persen dibandingkan 2024.

Prof. Asep juga menilai keberhasilan pembangunan pertanian perlu dilihat tidak hanya dari sisi produksi, tetapi juga dari dampaknya terhadap kehidupan petani. Salah satu indikator yang menunjukkan perkembangan tersebut adalah Nilai Tukar Petani (NTP).

BPS mencatat NTP nasional pada Agustus 2026 mencapai 129,19, naik 1,05 persen dibandingkan Juli 2026 yang berada pada level 127,84. Kenaikan tersebut terjadi karena indeks harga yang diterima petani meningkat 1,14 persen, lebih tinggi dibandingkan kenaikan indeks harga yang dibayar petani sebesar 0,09 persen.