Di sisi lain, sebelum relokasi benar-benar terealisasi, DJKA memastikan langkah pengamanan jalur eksisting tetap dilakukan. Peninggian rel dan penyusunan SOP darurat menjadi bagian dari upaya menjaga keselamatan perjalanan kereta api.
Alfaviega menjelaskan, persoalan di kawasan tersebut tidak hanya berkaitan dengan penurunan permukaan tanah. Kondisi geologis di sekitar kawasan semburan lumpur juga menjadi perhatian karena adanya proses pergerakan material lumpur yang terus berlangsung.
"Perawatan yang dilakukan selama ini sifatnya temporer. Tujuan akhirnya tentu mendapatkan solusi permanen agar tidak terus melakukan siklus perawatan yang sama setiap tahun," katanya.
Untuk jangka panjang, relokasi melalui trase Tulangan-Gunung Gangsir masih memerlukan kajian lebih mendalam, termasuk studi kelayakan untuk memastikan aspek teknis serta skema pendanaannya.
DJKA berharap rencana tersebut dapat menjadi solusi jangka panjang sehingga keselamatan dan keberlanjutan operasional kereta api di wilayah Sidoarjo tidak terus bergantung pada peninggian rel secara berkala.