NADIKABAR.COM — Dua relawan gempa bumi di Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT), menjadi korban penganiayaan orang tak dikenal (OTK). Mobil yang ditumpangi relawan yang pulang dari lokasi terdampak gempa itu dicegat di tengah jalan.

Insiden pencegatan dan penganiayaan relawan tersebut viral di media sosial. Unggahan tersebut menarasikan bahwa salah satu relawan yang menjadi korban penganiayaan itu adalah dokter.

Kasi Humas Polres Manggarai AKP Gusti Putu Saba Nugraha membenarkan adanya penganiayaan terhadap relawan gempa bumi tersebut. Namun, Nugraha belum bisa memastikan salah satu korban adalah seorang dokter.

"Korban dua orang," kata Nugraha saat dikonfirmasi, Senin (14/9/2026).

Nugraha mengungkapkan penganiayaan terhadap dua relawan itu terjadi di ruas Jalan Reo-Ruteng, tepatnya di Karot, Kecamatan Langke Rembong, Mangarai, pada Minggu (13/9). Mobil yang ditumpangi relawan itu semula datang dari arah Reo, wilayah terdampak parah gempa bumi di Manggarai.

Namun, mobil mereka tiba-tiba dicegat OTK. Menurut Nugraha, OTK tersebut langsung menganiaya kedua relawan itu hingga memar. Belum diketahui jumlah OTK yang melakukan penganiayaan tersebut.

Nugraha mengatakan korban sudah membuat laporan terkait insiden penganiayaan itu ke Polres Manggarai. Ia menegaskan polisi sedang menyelidiki kejadian tersebut.

"Saat ini peristiwa tersebut masih didalami," ujar Nugraha singkat.