NADIKABAR.COM — Karhutla membakar hutan dan lahan gambut di Kalimantan. Asap tebal juga mengancam kesehatan warga dan ekosistem.

Kalimantan Barat - Karhutla membakar hutan dan lahan gambut di Kalimantan. Asap tebal juga mengancam kesehatan warga dan ekosistem.

Langit di Pulau Kalimantan, Indonesia, tampak oranye dan dipenuhi asap akibat kebakaran hutan terparah dalam lebih dari satu dekade. REUTERS/Willy Kurniawan

Kebakaran yang melanda sejumlah wilayah menyisakan hutan menghitam dan menyebabkan banyak warga mengalami gangguan pernapasan. REUTERS/Willy Kurniawan

Di Desa Sungai Awan Kiri, Kalimantan Barat, petani Juniarni, 48 tahun, juga merasakan dampak kebakaran dari hilangnya suara burung yang biasanya terdengar di sekitar desa. REUTERS/Willy Kurniawan

Juniarni bersama lebih dari 140 perempuan tergabung dalam kelompok pemadam kebakaran sukarela The Power of Mama yang berpatroli di 10 desa. REUTERS/Willy Kurniawan

Dengan mengenakan pakaian pelindung merah dan mengendarai sepeda motor, para relawan memantau titik panas serta memadamkan api. REUTERS/Willy Kurniawan

Mereka juga mengingatkan warga agar tidak menggunakan api untuk membuka lahan perkebunan kelapa sawit karena dapat meningkatkan risiko kebakaran. REUTERS/Willy Kurniawan

Kelompok tersebut dibentuk pada 2022 oleh Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi Indonesia (YIARI) yang melatih para perempuan dari empat desa di wilayah Ketapang untuk menangani kebakaran. REUTERS/Willy Kurniawan

Petani Irma, 38 tahun, mengatakan tantangan pemadaman juga datang dari api yang membara di bawah permukaan lahan gambut yang mudah terbakar saat kondisi kering. REUTERS/Willy Kurniawan

Data pemerintah menunjukkan sekitar 202.000 hektare lahan di Indonesia terbakar sepanjang Januari hingga Juli tahun ini, dengan Kalimantan Barat menjadi provinsi paling terdampak karena lebih dari 38.000 hektare lahannya terbakar. REUTERS/Willy Kurniawan

Kebakaran tahun ini dinilai lebih parah dari biasanya dan mengancam hutan serta lahan gambut yang masih berupaya pulih dari kebakaran musiman sebelumnya. REUTERS/Willy Kurniawan