"Kami mengucapkan bela sungkawa yang sedalam-dalamnya atas nama pribadi dan Pemkab Probolinggo untuk relawan yang meninggal dunia saat bertugas memadamkan kebakaran di Gunung Bromo," katanya.

Haris menjelaskan awalnya sebanyak 12 orang melakukan pemadaman karhutla di Bromo sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP), namun kondisi karhutla yang meluas menyebabkan tim tersebut berpisah dan enam orang terjebak karhutla karena arah angin yang berbelok arah sangat cepat.

"Selama ini penanganan karhutla dilakukan dengan cermat dan baik, bahkan Kepala BNPB juga turun ke kawasan Bromo untuk memastikan penanganan karhutla dengan memprioritaskan keselamatan petugas yang memadamkan karhutla," ujarnya.