Ia menambahkan, data menunjukkan 34,9 persen kesehatan mental remaja Indonesia terganggu. Kondisi tersebut menjadi tantangan yang perlu dihadapi bersama, termasuk dengan memperkuat peran remaja dalam memberikan dukungan kepada teman sebaya.
"Kita memasuki new civilization, peradaban baru yang kalau tidak hati-hati mempengaruhi algoritma kita, pikiran kita. Kalau tidak hati-hati lagi, menjadi perilaku kita yang tidak baik," ujarnya.
Wihaji menegaskan bahwa tantangan tersebut bukan berarti masyarakat harus bersikap anti terhadap gawai. Menurut dia, teknologi tetap memiliki manfaat, tetapi penggunaannya perlu diiringi kemampuan memilah informasi.
"Bukan berarti saya anti-gadget. Hari ini harus hati-hati bagaimana gadget yang mungkin sangat tinggi pengaruhnya terhadap algoritma," katanya.