"Kemudian pelaku anak memotong tali pusat dengan gunting, membuang ari-ari ke kloset, membersihkan dan membungkus bayi bungkus dengan daster dan memasukkannya ke dalam kantong plastik hitam. Lalu diletakkan di bawah angkong di samping rumah," terang Bodia.

Bayi itu lalu diambil oleh pacar pelaku anak, seorang laki-laki berinisial WAP (19). Bayi tersebut lalu dikubur di kebun belakang rumahnya dan plastik pembungkusnya dibakar untuk menghilangkan jejak.

"Setelah mengetahui keberadaan bayi tersebut, tersangka mengambil dan memindahkannya ke lingkungan rumahnya dengan maksud sebagaimana keterangan untuk menguburkan bayi dan membakar plastik pembungkus agar tidak diketahui orang lain," ucap Bodia.

Bodia mengungkapkan profil kedua pelaku, yakni lulusan dari sekolah yang sama. Mereka sudah lulus awal tahun ini.

"Satu sekolah, lulusan SMK, salah satu SMK di Kabupaten Semarang. Sudah lulus dua-duanya bulan Maret," beber Bodia.

Selama proses kehamilan, kedua pelaku sempat terpikirkan untuk menggugurkan bayi tersebut. Namun, menurut Bodia, pemikiran itu tidak sampai diupayakan.

"Kalau upaya pengguguran enggak ada ya, jadi kalau misalkan kita bahasa upaya itu kayak dia mungkin Google apa obat apa atau menghubungi mohon maaf ya dukun apa itu, tidak ada," ucap Bodia.

"Cuma memang terpikirkan dia kebimbangan apakah anak ini akan tumbuh dirawat atau digugurkan, tapi tidak sampai nyari gitu nyari kuret atau nyari apa enggak, cuman terpikirkan saja," imbuhnya.

Diberitakan sebelumnya, kasus ini terungkap saat seorang pencari rumput menemukan mayat bayi tertutup daster ditemukan terkubur di kebun wilayah Dusun Kropoh, Desa Duren, Bandungan, Kabupaten Semarang. Bayi perempuan itu diperkirakan baru lahir sehari sebelum ditemukan.

Kapolsek Bandungan, Iptu Subedi menjelaskan mayat bayi itu ditemukan pada Kamis (3/9) sekitar pukul 15.30 WIB. Kondisinya sudah meninggal dunia.