NADIKABAR.COM — Renault Group akan menginvestasikan lebih dari 10 miliar euro (sekitar Rp206,4 triliun) di Prancis selama lima tahun ke depan untuk pengembangan kendaraan listrik (Electric Vehicle/EV) dan mobil yang lebih terjangkau.
"Selama lima tahun terakhir, kami telah menginvestasikan 13 miliar euro di Prancis untuk sepenuhnya mengubah jejak industri kami dengan bertaruh pada kendaraan listrik. Dalam lima tahun ke depan, jika kondisi sosial dan politik memungkinkan, kami akan kembali menginvestasikan lebih dari 10 miliar euro untuk terus mendorong kendaraan listrik dan membuat mobil lebih terjangkau,” kata CEO Renault Group François Provost dikutip dari laporan koran Sowetan, Senin (5/10) waktu setempat.
Mobil listrik mencapai rekor 42 persen dari seluruh pendaftaran mobil baru di Prancis pada September. Permintaan EV di negara itu didorong oleh lonjakan harga bahan bakar sejak dimulainya perang Iran.
Provost mengatakan Renault memproduksi lebih banyak kendaraan di Prancis dibandingkan tahun sebelumnya. Pada 2025, perusahaan itu memproduksi 500.000 unit di Prancis saja.
Pada 2026, Provost memprediksi produksi akan meningkat 25 persen dibandingkan tahun lalu berkat EV.
Selain mengumumkan soal investasi, perusahaan itu mengumumkan pula grupnya siap memukau pengunjung pameran Paris Motor Show, yang akan diselenggarakan pada 12 hingga 18 Oktober 2026 di Paris Expo Porte de Versailles.
Berdasarkan rilis pers perusahaan yang disiarkan di situs resminya, Selasa, grup yang juga menaungi merek Dacia dan Alpine ini akan meluncurkan produk baru, memamerkan 50 kendaraan, mobil konsep, hingga kendaraan demonstrator.