"Berapa nilainya? Ya... cukup besar. Ya sekitar dua kali konser lah kalau dibilang," ujarnya.

Menurut Rofik, penguatan struktur lapangan FOP merupakan investasi untuk jangka panjang. Perbaikan tersebut diharapkan mendukung pemanfaatan lapangan SUGBK untuk kegiatan, termasuk konser, pada tahun-tahun mendatang. "Artinya sudah bisa, gitu ya. Karena investasi," tegasnya.

Sementara itu, Direktur Utama PPKGBK, Rakhmadi A. Kusumo, memperkirakan biaya perbaikan sekitar Rp 10 miliar tersebut dapat kembali melalui penyelenggaraan dua konser.

"Tadi Pak Direktur PDU sudah menyatakan angkanya kurang lebih sampai Rp10 miliar. Dengan demikian, ya dengan ada dua konser saja insyaallah sudah balik modal sebenarnya," ujarnya.