Keresahan ini makin dipertegas melalui keterangan tertulis yang menyertai unggahan tersebut, di mana mereka secara gamblang menyinggung soal pemicu utama bencana kabut asap.
"Udara bersih adalah hak semua, tidak peduli di mana kita berada," bunyi pernyataan dalam unggahan tersebut. "Mari bersama-sama menjaga lingkungan, melindungi hutan, dan menghentikan pembakaran terbuka demi masa depan anak-anak seperti kami," lanjut kutipan itu.
Malay Mail pada Selasa (20/10) memberitakan bahwa kepungan asap ini telah membuat 30 wilayah di Malaysia berada dalam taraf tidak sehat berdasarkan pembacaan Indeks Pencemar Udara (API).
Portal Sistem Manajemen Indeks Pencemar Udara (APIMS) mencatat Batu Muda di Kuala Lumpur dan Johan Setia di Selangor menduduki angka tertinggi dengan skor masing-masing 172 pada pukul 09.00 pagi waktu setempat.
Wilayah lain di sekitar Selangor dan Kuala Lumpur seperti Petaling Jaya (167), Shah Alam (167), Cheras (165), dan Klang (164) juga mencatatkan angka polusi yang jauh melampaui ambang batas sehat.
Kawasan selatan seperti Johor turut tak luput dari kepungan asap dengan tujuh daerah mencatat tingkat API tidak sehat, yang dipimpin oleh kawasan Larkin di angka 157.
Sebagai catatan, nilai API di rentang 101 hingga 200 dikategorikan sebagai tidak sehat, sementara angka 201 hingga 300 masuk level sangat tidak sehat, dan indeks yang melampaui angka 300 dianggap berbahaya bagi keselamatan manusia.