NADIKABAR.COM — teki tewasnya sejumlah ternak di kawasan Gunungkidul masih menyisakan misteri. Hewan ternak itu mati diduga diserang anjing liar yang mengintai di sekitar lokasi.
Teror itu dialami warga di kawasan Playen, Tepus dan Panggang, Gunungkidul sejak awal akhir Agustus lalu. Awalnya temuan kasus ternak mati itu terjadi di Playen pada 22 Agustus 2026 lalu.
"Warga yang menjadi korban ada dua ekor kambing mati digigit anjing. Juga ada satu ekor kambing dan satu unggas (mati) pada beberapa malam lalu," ujar Ketua Jaga Warga Dusun Sayangan Teguh Sayogi saat dihubungi detikJogja, Sabtu (22/8/2026).
Teguh menuding kambing itu mati diserang anjing liar. Anjing liar itu beraksi di malam hari.
"Karena serangan anjing, dan terpantau anjing ada dua ekor dengan warna satu putih besar dan satu hitam ukuran sedang. Kejadian rata-rata pukul 23.30-01.30 WIB. Kebiasaan anjing tersebut mendatangi dan menyerang ternak kambing yang habis beranak, tapi yang menjadi korban biasanya kambing yang diikat di luar kandang," jelasnya.
Ternyata teror ternak mati itu dialami warga sejak beberapa pekan sebelumnya. Dari situ warga kemudian melakukan ronda untuk mengantisipasi banyaknya korban.
"Kalau tidak salah kejadian pertama pada malam Rabu sekitar 21 hari yang lalu dan kejadian lagi kemarin. Kejadian demi kejadian kurang lebih berselang 14 hari,dengan kebiasaan yang sama, waktu yang juga dan hampir bersamaan. Sepertinya rute yang dilalui juga sama," ungkapnya.
Setelah Playen, kasus kambing mati juga dilaporkan di Tepus 1, Tepus, Gunungkidul. Dilaporkan ada tujuh kambing mati akibat serangan hewan liar pada Rabu, 2 September 2026.
"Tapi sampai kandang saksi mendapati tujuh ekor kambing sudah mati dengan kondisi terdapat luka gigitan pada kaki dan leher," kata Kapolsek Tepus, AKP Suryanto saat dihubungi wartawan, Rabu (2/9).