NADIKABAR.COM — Renungan harian menjadi salah satu sarana bagi umat Katolik untuk memahami sabda Tuhan sekaligus menemukan makna yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Berikut Renungan Harian Katolik Jumat, 28 Agustus 2026 lengkap dengan bacaan Kitab Suci yang dapat menjadi bahan permenungan.
Renungan harian Katolik Jumat, 28 Agustus 2026 dapat menjadi bahan refleksi untuk mengawali hari dengan doa dan merenungkan pesan iman. Melalui renungan ini, umat diajak menyempatkan waktu untuk mendekatkan diri kepada Tuhan sebelum menjalani berbagai aktivitas.
Nah, berikut renungan harian Katolik Jumat. 28 Agustus 2026 lengkap dengan bacaannya. Simak, yuk!
Sebelum membaca renungan harian hari ini baca terlebih dahulu sabda-sabda Tuhan lewat bacaan hari ini, tim redaksi lain:
Sebab Kristus mengutus aku bukan untuk membaptis, tetapi untuk memberitakan Injil; dan itupun bukan dengan hikmat perkataan, supaya salib Kristus jangan menjadi sia-sia.
Sebab pemberitaan tentang salib memang adalah kebodohan bagi mereka yang akan binasa, tetapi bagi kita yang diselamatkan pemberitaan itu adalah kekuatan Allah.
Karena ada tertulis: "Aku akan membinasakan hikmat orang-orang berhikmat dan kearifan orang-orang bijak akan Kulenyapkan."
Di manakah orang yang berhikmat? Di manakah ahli Taurat? Di manakah pembantah dari dunia ini? Bukankah Allah telah membuat hikmat dunia ini menjadi kebodohan?
Oleh karena dunia, dalam hikmat Allah, tidak mengenal Allah oleh hikmatnya, maka Allah berkenan menyelamatkan mereka yang percaya oleh kebodohan pemberitaan Injil.
Orang-orang Yahudi menghendaki tanda dan orang-orang Yunani mencari hikmat,
tetapi kami memberitakan Kristus yang disalibkan: untuk orang-orang Yahudi suatu batu sandungan dan untuk orang-orang bukan Yahudi suatu kebodohan,
tetapi untuk mereka yang dipanggil, baik orang Yahudi, maupun orang bukan Yahudi, Kristus adalah kekuatan Allah dan hikmat Allah.
Sebab yang bodoh dari Allah lebih besar hikmatnya dari pada manusia dan yang lemah dari Allah lebih kuat dari pada manusia.
Bersorak-sorailah, hai orang-orang benar, dalam TUHAN! Sebab memuji-muji itu layak bagi orang-orang jujur.