NADIKABAR.COM — Renungan Harian Katolik dapat menjadi sarana bagi umat untuk meluangkan waktu sejenak, merenungkan firman Tuhan, serta menemukan pesan yang relevan dengan kehidupan sehari-hari. Melalui bacaan dan renungan, umat diajak untuk semakin memahami kehendak Tuhan dan menjadikannya pedoman dalam menjalani setiap tantangan.

Pada Kamis, 10 September 2026, renungan harian Katolik kembali mengajak umat untuk membuka hati terhadap sabda Tuhan. Pesan yang terkandung di dalamnya dapat menjadi bahan refleksi untuk memperkuat iman, menata sikap, dan menjalani kehidupan dengan penuh kasih serta pengharapan.

Berikut renungan harian Katolik Kamis, 10 September 2026 lengkap dengan bacaan Kitab Suci yang dapat menjadi bahan permenungan hari ini.

Sebelum membaca renungan harian hari ini baca terlebih dahulu sabda-sabda Tuhan lewat bacaan hari ini, tim redaksi lain:

Tentang daging persembahan berhala kita tahu: "kita semua mempunyai pengetahuan." Pengetahuan yang demikian membuat orang menjadi sombong, tetapi kasih membangun.

Jika ada seorang menyangka, bahwa ia mempunyai sesuatu "pengetahuan", maka ia belum juga mencapai pengetahuan, sebagaimana yang harus dicapainya.

Tetapi orang yang mengasihi Allah, ia dikenal oleh Allah.

Tentang hal makan daging persembahan berhala kita tahu: "tidak ada berhala di dunia dan tidak ada Allah lain dari pada Allah yang esa."

Sebab sungguhpun ada apa yang disebut "allah", baik di sorga, maupun di bumi?dan memang benar ada banyak "allah" dan banyak "tuhan" yang demikian?

namun bagi kita hanya ada satu Allah saja, yaitu Bapa, yang dari pada-Nya berasal segala sesuatu dan yang untuk Dia kita hidup, dan satu Tuhan saja, yaitu Yesus Kristus, yang oleh-Nya segala sesuatu telah dijadikan dan yang karena Dia kita hidup.

Tetapi bukan semua orang yang mempunyai pengetahuan itu. Ada orang, yang karena masih terus terikat pada berhala-berhala, makan daging itu sebagai daging persembahan berhala. Dan oleh karena hati nurani mereka lemah, hati nurani mereka itu dinodai olehnya.

Dengan jalan demikian orang yang lemah, yaitu saudaramu, yang untuknya Kristus telah mati, menjadi binasa karena "pengetahuan" mu.

Jika engkau secara demikian berdosa terhadap saudara-saudaramu dan melukai hati nurani mereka yang lemah, engkau pada hakekatnya berdosa terhadap Kristus.

Karena itu apabila makanan menjadi batu sandungan bagi saudaraku, aku untuk selama-lamanya tidak akan mau makan daging lagi, supaya aku jangan menjadi batu sandungan bagi saudaraku.

Untuk pemimpin biduan. Mazmur Daud. TUHAN, Engkau menyelidiki dan mengenal aku;

Engkau mengetahui, kalau aku duduk atau berdiri, Engkau mengerti pikiranku dari jauh.