demikian juga Yakobus dan Yohanes, anak-anak Zebedeus, yang menjadi teman Simon. Kata Yesus kepada Simon: "Jangan takut, mulai dari sekarang engkau akan menjala manusia."

Dan sesudah mereka menghela perahu-perahunya ke darat, merekapun meninggalkan segala sesuatu, lalu mengikut Yesus.

Sebab, ia dan semua orang yang bersama dia diliputi rasa takjub oleh karena banyaknya ikan yang mereka tangkap; (Luk. 5:9)

Setelah mengajar, Yesus menyuruh Simon berlayar ke tempat yang lebih dalam dan menebarkan jalanya. Simon adalah nelayan berpengalaman, dia berkata kepada Yesus bahwa dia dan teman-temannya telah bekerja keras semalaman, tapi tidak mendapatkan seekor ikan pun. Namun, Simon menuruti juga permintaan Yesus, hasilnya sangatlah luar biasa.

Jala mereka hampir koyak karena banyaknya ikan dan mereka minta tolong kepada perahu temannya untuk membantu mengangkat semua ikan tersebut. Simon dan semua orang takjub melihat banyaknya ikan dan dia sujud di hadapan Yesus; meminta agar Yesus pergi karena dia merasa malu sempat meragukan permintaan-Nya untuk menebarkan jala. Takjub! Kita merasa takjub atas sesuatu hal yang terjadi di luar dugaan kita, misalnya yang dilakukan oleh pesulap.

Terkadang kita heran bagaimana pesulap tersebut dapat memunculkan kelinci dari dalam topinya, atau mengeluarkan banyak saputangan dari kantong yang kecil. Ketika kita menonton film di bioskop, kita takjub melihat kehebatan peran utama dalam mengatasi masalah yang dihadapinya.

Sebaliknya, kita merasa biasa saja atas apa yang diperbuat Tuhan yang telah menciptakan dunia ini sangat baik adanya. Kita lupa bahwa Allah telah menciptakan segala sesuatu untuk kepentingan kita dan agar kita memakai alam ciptaan-Nya dengan bijak. Ketika kita melihat sunset di pantai Kuta atau melihat sunrise di puncak gunung Bromo, kita takjub dan terkagum-kagum akan keindahannya.

Apakah pada saat yang sama kita memuji kebesaran Allah yang telah menciptakannya?

Mari, pada saat kita takjub atau kagum akan sesuatu, bersyukurlah dan memuji kebesaran Tuhan. Kita patut takjub dan selalu bersyukur setiap hari atas kebaikan-Nya. Kita diberi hidup, kesehatan, dan berkat berlimpah setiap hari. Janganlah kita lupa akan kebaikan Tuhan.

Allah Bapa Yang Maha Rahim, Engkau sungguh baik kepada kami anak-Mu.

Engkau telah menciptakan segalanya untuk kami anak-anak-Mu. Kami sering merasa takjub akan ciptaan-Mu. Namun, kami sering lupa bersyukur dan memuliakan nama-Mu. Ajarilah kami agar kami tidak lupa selalu mengucap syukur kepada-Mu setiap saat. Amin.

Itulah renungan harian Katolik Kamis, 3 September 2026 lengkap dengan bacaannya. Tuhan Yesus memberkati!