NADIKABAR.COM — Renungan Harian Katolik Minggu 13 September 2026 dapat menjadi bahan refleksi bagi umat untuk kembali menata hati dan mendekatkan diri kepada Tuhan melalui Sabda-Nya. Pada Hari Minggu Biasa XXIV ini, umat diajak merenungkan makna pengampunan, belas kasih, dan kasih kepada sesama.

Melalui rangkaian bacaan minggu ini, umat diajak untuk tidak hanya menerima belas kasih Tuhan, tetapi juga belajar menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Sabda Tuhan mengajak umat untuk tidak terjebak dalam dendam dan kebencian, melainkan membuka hati bagi kasih dan pengampunan.

Lantas, seperti apa bacaan lengkap dan pesan yang dapat direnungkan dari Sabda Tuhan pada Minggu, 13 September 2026? Simak selengkapnya berikut ini.

Sebelum membaca renungan harian hari ini baca terlebih dahulu sabda-sabda Tuhan lewat bacaan hari ini, tim redaksi lain:

Barangsiapa membalas dendam akan dibalas oleh Tuhan. Tuhan dengan saksama mengindahkan segala dosanya.

Ampunilah kesalahan kepada sesama orang, niscaya dosa-dosamupun akan dihapus juga, jika engkau berdoa.

Bagaimana gerangan orang dapat memohon penyembuhan pada Tuhan, jika ia menyimpan amarah kepada sesama manusia?

Bolehkah ia berdoa karena dosa-dosanya, kalau tidak menaruh belas kasihan terhadap seorang manusia yang sama dengannya?

Meskipun ia hanya daging belaka, namun ia menaruh dendam kesumat, siapa gerangan akan memulihkan dosa-dosanya?

Ingatlah akan akhir hidup dan hentikanlah permusuhan, ingatlah akan kebusukan serta maut dan hendaklah setia kepada segala perintah.

Ingatlah akan perintah-perintah dan jangan mendendami sesama manusia, hendaklah ingat akan perjanjian dari Yang Mahatinggi, lalu ampunilah kesalahannya.

Jauhilah pertikaian, maka dosa kaukurangkan, sebab orang yang panas hati mengobar-ngobarkan pertikaian.

Orang yang berdosa mengganggu orang-orang yang bersahabat, dan melontarkan permusuhan di tim redaksi orang-orang yang hidup dengan damai.

Sebab tidak ada seorangpun di tim redaksi kita yang hidup untuk dirinya sendiri, dan tidak ada seorangpun yang mati untuk dirinya sendiri.

Sebab jika kita hidup, kita hidup untuk Tuhan, dan jika kita mati, kita mati untuk Tuhan. Jadi baik hidup atau mati, kita adalah milik Tuhan.