NADIKABAR.COM — Renungan harian Katolik menjadi salah satu sarana bagi umat untuk meluangkan waktu sejenak, mendekatkan diri kepada Tuhan, dan memaknai perjalanan hidup melalui terang iman. Renungan dapat menjadi bahan refleksi untuk mengawali aktivitas sekaligus membantu umat menata hati dalam menjalani berbagai hal yang terjadi setiap hari.
Pada Selasa, 1 September 2026, umat Katolik dapat kembali menyimak renungan harian yang dilengkapi dengan bacaan Kitab Suci. Melalui bacaan dan permenungan tersebut, umat diajak untuk semakin memahami pesan Tuhan serta menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Nah, bagi pembaca yang ingin membaca renungan harian lengkap Selasa, 1 September 2026. Yuk, simak!
Sebelum membaca renungan harian hari ini baca terlebih dahulu sabda-sabda Tuhan lewat bacaan hari ini, tim redaksi lain:
Dan aku, saudara-saudara, pada waktu itu tidak dapat berbicara dengan kamu seperti dengan manusia rohani, tetapi hanya dengan manusia duniawi, yang belum dewasa dalam Kristus.
Susulah yang kuberikan kepadamu, bukanlah makanan keras, sebab kamu belum dapat menerimanya. Dan sekarangpun kamu belum dapat menerimanya.
Karena kamu masih manusia duniawi. Sebab, jika di tim redaksi kamu ada iri hati dan perselisihan bukankah hal itu menunjukkan, bahwa kamu manusia duniawi dan bahwa kamu hidup secara manusiawi?
Karena jika yang seorang berkata: "Aku dari golongan Paulus," dan yang lain berkata: "Aku dari golongan Apolos," bukankah hal itu menunjukkan, bahwa kamu manusia duniawi yang bukan rohani?
Jadi, apakah Apolos? Apakah Paulus? Pelayan-pelayan Tuhan yang olehnya kamu menjadi percaya, masing-masing menurut jalan yang diberikan Tuhan kepadanya.
Aku menanam, Apolos menyiram, tetapi Allah yang memberi pertumbuhan.
Karena itu yang penting bukanlah yang menanam atau yang menyiram, melainkan Allah yang memberi pertumbuhan.
Baik yang menanam maupun yang menyiram adalah sama; dan masing-masing akan menerima upahnya sesuai dengan pekerjaannya sendiri.
Karena kami adalah kawan sekerja Allah; kamu adalah ladang Allah, bangunan Allah.
Berbahagialah bangsa, yang Allahnya ialah TUHAN, suku bangsa yang dipilih-Nya menjadi milik-Nya sendiri!
TUHAN memandang dari sorga, Ia melihat semua anak manusia;
dari tempat kediaman-Nya Ia menilik semua penduduk bumi.