Ketika melakukan sesuatu, secara alami kita akan mengharapkan adanya sebuah balasan/ganjaran yang setimpal dengan apa yang telah dilakukan atau diberikan. Hal serupa juga disampaikan Yesus untuk menguatkan para murid, yakni apa pun yang kita kerjakan bagi Allah tidak akan pernah sia-sia.
Meski seakan tidak mengubah keadaan, maupun menambahkan materi apa pun dalam hidup yang sementara ini, malahan upah/balasan yang diterima para murid pada akhir hidup mereka menjadi kesengsaraan di mata manusia. Namun, Yesus ingin para murid mempunyai visi yang melebihi mata manusia yakni pengharapan penuh kepada-Nya, dan janji keselamatan, sebuah ganjaran akan hidup abadi bersama Bapa di surga.
Saya menjadi teringat dengan kisah leluhur saya saat datang merantau ke Indonesia dari tanah kelahirannya, tanpa membawa apa pun, hanya cukup untuk sampai di pelabuhan Singapura. Miris memang, berkelana sendirian tanpa bekal yang cukup.
Namun, ia diharuskan menemui ayahnya yang telah terlebih dahulu merantau. Ia dalam keadaan gundah gulana, mengingat biaya yang diperlukan untuk menyeberang ke tanah Jawa saat itu tidaklah sedikit.
Selama dalam pergumulannya tersebut, dengan hatinya yang baik, ia selalu membantu penumpang yang kesulitan membawa barang bawaan mereka. Demikian juga dengan yang sudah cukup berumur untuk turun dari kapal yang ditumpangi mereka.
Siapa sangka, ketulusan itu membuka jalan. Upah yang ia terima bagaikan hadiah kejutan ulang tahun.
Yang tidak hanya cukup untuk makan sehari-hari, tetapi juga dapat dikumpulkan hingga akhirnya mampu membiayai tiket penyeberangan. Bagi saya, ini adalah gambaran nyata dari pesan Yesus: tidak perlu mengejar materi secara berlebihan.
Cukuplah menjaga hati agar tetap baik dan menyerahkan semuanya pada tuntunan Tuhan. Kebaikan hati mampu menerobos batas ketidakmungkinan, menembus sekat bahasa dan keterbatasan biaya.
Semoga kisah peninggalan leluhur saya dapat menjadi pegangan dan penguat setiap kali kita merasa ingin menyerah.
Sumber: Buku Renungan Tiga TitikOleh: G.B. Fenty L.
Ya Yesus, ingatkanlah kami untuk selalu memandang jauh ke depan, kepada janji keselamatan dan hidup abadi sebagai hadiah dari Yesus, dan untuk senantiasa hidup seturut kasih setia-Nya. Amin.
Itulah renungan harian Katolik Rabu, 9 September 2026 lengkap dengan bacaannya. Semoga bermanfaat!