Engkau membinasakan orang-orang yang berkata bohong, TUHAN jijik melihat penumpah darah dan penipu.

Tetapi aku, berkat kasih setia-Mu yang besar, aku akan masuk ke dalam rumah-Mu, sujud menyembah ke arah bait-Mu yang kudus dengan takut akan Engkau.

Pada suatu hari Sabat lain, Yesus masuk ke rumah ibadat, lalu mengajar. Di situ ada seorang yang mati tangan kanannya.

Ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi mengamat-amati Yesus, kalau-kalau Ia menyembuhkan orang pada hari Sabat, supaya mereka dapat alasan untuk mempersalahkan Dia.

Tetapi Ia mengetahui pikiran mereka, lalu berkata kepada orang yang mati tangannya itu: "Bangunlah dan berdirilah di tengah!" Maka bangunlah orang itu dan berdiri.

Lalu Yesus berkata kepada mereka: "Aku bertanya kepada kamu: Manakah yang diperbolehkan pada hari Sabat, berbuat baik atau berbuat jahat, menyelamatkan nyawa orang atau membinasakannya?"

Sesudah itu Ia memandang keliling kepada mereka semua, lalu berkata kepada orang sakit itu: "Ulurkanlah tanganmu!" Orang itu berbuat demikian dan sembuhlah tangannya.

Maka meluaplah amarah mereka, lalu mereka berunding, apakah yang akan mereka lakukan terhadap Yesus.

Tetapi engkau, hai Betlehem Efrata, hai yang terkecil di tim redaksi kaum-kaum Yehuda, dari antaramu akan bangkit bagi-Ku seorang yang memerintah Israel, yang asalnya sudah sejak dahulu, sejak zaman dahulu. (Mi. 5:1)

Yang terkecil biasanya diabaikan dan diremehkan dunia, tapi Tuhan memilihnya menjadi pembawa pengharapan besar. Lihatlah Betlehem, kota kecil, jauh lebih kecil daripada Yerusalem atau Samaria atau kota-kota besar lainnya pada zaman Yesus, tapi dari sana lahirlah Mesias.

Lihatlah Maria, gadis desa yang sederhana, yang pesta kelahirannya kita rayakan hari ini, dari dia lahirlah Yesus Sang Immanuel. Dialah Bunda Allah.

Bicara tentang hal yang kecil, aku ingat akan pengalamanku sendiri. 17 Desember tahun lalu, aku join ke sebuah agency yang relatif besar.