NADIKABAR.COM — Renungan Harian Katolik Senin, 14 September 2026 dapat menjadi kesempatan bagi umat untuk meluangkan waktu sejenak dan merenungkan Sabda Tuhan. Melalui renungan ini, umat diajak menata hati serta menemukan pesan iman yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Tanggal 14 September diperingati dalam kalender liturgi Katolik sebagai Pesta Pemuliaan Salib Suci. Perayaan ini mengajak umat untuk memandang salib bukan hanya sebagai simbol penderitaan, tetapi juga sebagai tanda kasih dan keselamatan yang dinyatakan Allah melalui Yesus Kristus.
Lantas, apa pesan yang dapat direnungkan umat Katolik pada Pesta Pemuliaan Salib Suci, Senin, 14 September 2026? Simak renungan selengkapnya berikut ini untuk membantu memperdalam iman dan memaknai kasih Tuhan dalam kehidupan.
Sebelum membaca renungan harian hari ini baca terlebih dahulu sabda-sabda Tuhan lewat bacaan hari ini, tim redaksi lain:
Setelah mereka berangkat dari gunung Hor, berjalan ke arah Laut Teberau untuk mengelilingi tanah Edom, maka bangsa itu tidak dapat lagi menahan hati di tengah jalan.
Lalu mereka berkata-kata melawan Allah dan Musa: "Mengapa kamu memimpin kami keluar dari Mesir? Supaya kami mati di padang gurun ini? Sebab di sini tidak ada roti dan tidak ada air, dan akan makanan hambar ini kami telah muak."
Lalu TUHAN menyuruh ular-ular tedung ke tim redaksi bangsa itu, yang memagut mereka, sehingga banyak dari orang Israel yang mati.
Kemudian datanglah bangsa itu mendapatkan Musa dan berkata: "Kami telah berdosa, sebab kami berkata-kata melawan TUHAN dan engkau; berdoalah kepada TUHAN, supaya dijauhkan-Nya ular-ular ini dari pada kami." Lalu Musa berdoa untuk bangsa itu.
Maka berfirmanlah TUHAN kepada Musa: "Buatlah ular tedung dan taruhlah itu pada sebuah tiang; maka setiap orang yang terpagut, jika ia melihatnya, akan tetap hidup."
Lalu Musa membuat ular tembaga dan menaruhnya pada sebuah tiang; maka jika seseorang dipagut ular, dan ia memandang kepada ular tembaga itu, tetaplah ia hidup.
Nyanyian pengajaran Asaf. Pasanglah telinga untuk pengajaranku, hai bangsaku, sendengkanlah telingamu kepada ucapan mulutku.
Aku mau membuka mulut mengatakan amsal, aku mau mengucapkan teka-teki dari zaman purbakala.
Apabila Ia membunuh mereka, maka mereka mencari Dia, mereka berbalik dan mengingini Allah;