NADIKABAR.COM — Keinginan menjalani diet untuk menurunkan berat badan sering kali membuat para pejuang Gastroesophageal Reflux Disease atau GERD ragu. Pasalnya, salah memilih metode diet justru bisa membuat asam lambung melonjak dan memicu rasa terbakar di dada atau heartburn.

Lantas, apakah orang dengan GERD masih bisa diet?

Spesialis gizi klinik dr Igus Ulfa Yaze, SpGK, menegaskan bahwa orang dengan penyakit GERD sebenarnya tetap bisa mengatur pola makan. Tetapi, metode dietnya tidak bisa sembarangan.

dr Yaze menegaskan pasien GERD tidak bisa menjalani diet ekstrem, seperti intermittent fasting (puasa intermiten), yang membiarkan perut kosong dalam durasi panjang. Menurutnya, prinsip utama diet bagi orang dengan GERD adalah mengubah frekuensi makan.