Menyusul pencapaian awal tersebut, Ferry telah meminta gubernur dan bupati setempat untuk melengkapi koperasi dengan peralatan pengolahan pasca-panen. Hal ini guna mengangkat nilai jual komoditas unggulan daerah seperti lada, vanili, dan hasil pertanian lainnya.

Selain membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok, koperasi ini juga memiliki keunikan karena berada di depan Danau Matano. Pemandangan yang indah menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung sekaligus peluang untuk mengembangkan usaha koperasi.

"Bangunan dan lokasi koperasi adalah milik desa. Potensi yang ada sangat besar. Peralatan pasca-panen akan memastikan hasil bumi tidak hanya dijual mentah, melainkan memiliki nilai tambah yang menguntungkan masyarakat," jelasnya.

Saat ini tercatat 500 warga desa telah terdaftar sebagai anggota KDKMP dari total sekitar 4.000 jiwa. Target ke depannya adalah melibatkan seluruh warga desa secara bertahap.

Ferry juga menekankan bahwa model bisnis dan kelayakan usaha terus disempurnakan. Hal ini dilakukan agar koperasi benar-benar menghasilkan keuntungan yang adil bagi anggotanya.