Langkah itu menjadi bagian dari konsolidasi pascakongres sekaligus upaya menempatkan kepentingan organisasi di atas dinamika kompetisi.
Lebih lanjut, Achmad juga menekankan bahwa pesan Hamdan Zoelva mengenai pentingnya etika harus menjadi pedoman bagi seluruh jajaran pengurus PB SEMMI.
"Pesan ayahanda Hamdan Zoelva tentang pentingnya etika harus menjadi pegangan bagi seluruh pengurus. Jabatan dalam organisasi bukan sekadar posisi, tetapi amanah. Karena itu, kita harus menjaga sikap, menjaga maruah organisasi, dan memastikan setiap langkah yang kita ambil memberikan manfaat bagi umat dan bangsa," ujarnya.
Dengan dimulainya kepengurusan periode 2026-2029, PB SEMMI di bawah kepemimpinan Achmad Donny berkomitmen membangun organisasi yang solid, inklusif, dan berorientasi pada penguatan kader serta kontribusi nyata dalam kehidupan kebangsaan.