NADIKABAR.COM — Gubernur Bali, Wayan Koster, merespons soal penerbangan masuk dan keluar Bali terganggu akibat erupsi Gunung Anak Krakatau. Koster mengatakan sudah berkoordinasi dengan PT Angkasa Pura Indonesia atau Injourney Aiports terkait kondisi tersebut.

"Kemarin saya koordinasi dengan Angkasa Pura, Bandara Soekarno-Hatta tutup. Sehingga, penerbangan menuju Soekarno-Hatta dan ke daerah lain termasuk penumpang kita di Bali kemarin ke Jakarta nggak bisa," ujar Koster seusai rapat paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bali, Senin (7/9/2026).

Koster mengungkapkan PT Angkasa Pura Indonesia maupun penumpang memahami situasi saat ini. "Karena ini adalah peristiwa alam, gak bisa balik," jelasnya.

Koster memastikan penerbangan internasional, baik keluar maupun masuk Bali, tidak mengalami pembatalan. Hanya penerbangan domestik yang terganggu akibat erupsi Gunung Anak Krakatau.

"Sama sekali nggak ada gangguan. Tetap berjalan dengan lancar. Jadi nggak ada masalah apa-apa," sambung Koster.

Koster berharap erupsi Gunung Anak Krakatau dapat segera berakhir sehingga penerbangan yang mengalami pembatalan bisa kembali normal.

"Itu harapan saya, mari kita berdoa semua. Kan penerbangan ke Bali, ini paling banyak dari Jakarta yang domestik," imbuh Koster.

Diberitakan sebelumnya, jumlah penerbangan di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, yang terdampak erupsi Gunung Anak Krakatau terus bertambah. Data terbaru, sebanyak 42 penerbangan mengalami pembatalan dan penyesuaian penerbangan hingga pukul 15.30 Wita pada Minggu (6/9/2026).

"Hingga Minggu (6/9) pukul 15.30 Wita, berdasarkan pembaruan data penerbangan, terdapat sebanyak 42 penerbangan yang mengalami pembatalan penerbangan dan penyesuaian jadwal," ungkap Communication & Legal Division Head Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali, Gede Eka Sandi Asmadi.

Eka Sandi mengatakan puluhan penerbangan di Bandara Ngurah Rai yang terdampak itu untuk rute dari dan menuju Jakarta serta menuju Bandung. Meski begitu, ia memastikan operasional penerbangan untuk rute lainnya masih berjalan normal.

"Dapat kami sampaikan bahwa operasional penerbangan dan pelayanan kebandarudaraan di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali secara umum tetap berjalan dengan normal dan optimal," imbuh Eka Sandi.

Pantauan NadiKabar pada Minggu sore, suasana Bandara I Gusti Ngurah Rai masih dipadati penumpang yang terdampak pembatalan dan perubahan jadwal penerbangan. Penumpang domestik maupun warga negara asing (WNA) tampak mengantre di depan meja layanan maskapai di bandara tersebut.